"Kebenaran adalah berani, dan kebaikan tidak pernah takut." -William Shakespeare_Measure for measure-

Rabu, 12 Desember 2012

TERLALU CEPAT

"Heart beats fast. Color and Promises. How to be brave? How can I love when I'm afraid to fall -- One step closer."
 -A thousand Years' lyric-

Kamu.
Jangan bergerak terlalu cepat seperti roller coaster. Jangan melawan logika. Jangan bermain teka-teki. Jangan membingungkan.

Tapi.
Jangan berhenti. Jangan mundur. Jangan menghilang.

Ah.
Terlalu banyak kata "jangan".

Kalau begitu.
Tolong. Seimbangkan antara kata-kata dan perbuatan.

Kalau orang lain bilang perbuatan lebih penting daripada kata-kata, Aku tidak ingin begitu.
Aku ingin perbuatan dan kata-kata seimbang. Tidak ada yang lebih atau kurang.

Kamu.
Membuatku takut. Tapi sekaligus bersemangat.

Bisa kurangi kecepatannya? Tapi jangan berhenti.
-ini bukan curhat. Cungguh ini Ciyus-


image random from google


Selasa, 04 Desember 2012

DECEMBER, 4th. (REFLECTION)

"My dear God, 
I ask for humility and an attitude of grateful heart.
I ask for strength to forgive and release. 
I ask for courage to step forward. 
I ask for blessing from You to bless others.
And, I ask for pipi tirus. Amen. "

"Give thanks, with a grateful heart...."

Saya senang. Pada akhirnya Tuhan selalu mengarahkan mata dan hati saya pada hal-hal yang bisa disyukuri. Ada banyak sekali hal tidak sempurna yang terjadi dalam perjalanan satu tahun ini. Kondisi menjatuhkan saya. Situasi memojokkan saya. Orang-orang tertentu yang dulu berarti, meninggalkan saya. Keadaan menginjak harga diri saya. Pilihan-pilihan yang disediakan dunia, mengecoh saya. Lalu saya jatuh dengan bunyi debum yang sangat keras.
Sayangnya, saya sendirilah yang harus berjuang membangkitkan hal-hal yang sudah runtuh. Seperti kata orang-orang bijak itu: berani berbuat, berani bertanggung jawab.
Tapi inilah hadiah yang paling berharga, yang sudah Tuhan sediakan untuk saya. Saya rasa, Tuhan memang sangat kreatif dan luar biasa. Untuk hadiah hari ini, Ia sudah menyiapkan dari jauh hari. Tanda luar biasa bahwa Ia begitu mencintai saya dan begitu memikirkan saya dengan serius.
Saya ditempatkan pada situasi dimana saya harus lulus dalam pelajaran memaafkan. Bukan berarti saya sudah sempurna. Masih. Saya masih belajar. Dengan sangat keras.
Saya ditempatkan pada situasi dimana saya harus lulus dalam pelajaran menghormati pihak-pihak yang sudah ditetapkan untuk tetap dihormati sekalipun mereka "tersandung" dan menyenggol saya.
Saya disadarkan dengan cara yang manis bahwa saya tidak pernah sendiri. Dan saya disadarkan bahwa saya selalu punya kesempatan untuk bermimpi, berharap, dan menjadikannya nyata.
Beberapa bulan ini rasanya begitu dingin. Saya pikir, saya hancur dan tidak terselamatkan. Saya bahkan sempat berharap untuk tidak melalui hari ini. Mimpi saya hancur. Rencana saya berantakan. Semua tampaknya seperti kiamat. Dan saya tidak mampu berharap dan membangunnya kembali.
Tapi, yah. Itulah Tuhan. Katakan saya terlalu religius, saya tidak peduli. Hari ini adalah hari berpestanya saya dengan Tuhan. Kami saling mendentingkan gelas sampanye sambil duduk di padang rumput yang sejuk. Saya membayangkan bicara seperti ini pada Tuhan:

"Yah, Tuhan. Agak terlalu berat untuk satu tahun terakhir ini. Tapi aku mulai memahami caraMu bekerja. Semakin tahun semakin berat. Ternyata Kau sedang mendorongku untuk naik pada level berikutnya. Ini melelahkan. Tapi Kau pasti sudah tahu. Untungnya Kau sangat mengenali kemampuanku. Anyway, terimakasih untuk mereka, sahabat-sahabat yang luar biasa. Terimakasih untuk orang-orang baru yang Kau hadirkan dalam hidupku. Terimakasih untuk setiap kata yang sengaja kau lewatkan ke otakku, karena setelah aku menulisnya, membacanya ulang, aku dikuatkan. Terimakasih untuk hadiah luar biasa tahun ini. Mungkin, besok-besok, kelemahanku akan kambuh. Kebiasaan mengeluh bisa saja kumat. Tapi, Hari ini, aku hanya ingin mendentingkan gelas sampanye bersamaMu, memeluk tanganMu dengan mesra, dan berjalan-jalan. Aku mencintaiMU, tahukah Kau? Tanggal ini, 23 tahun yang lalu, Kau pasti sudah tahu kalau 23 tahun kemudian, aku akan mengatakan dan menuliskan ini untukMu. Iya, kan? You are so W.O.W lah, Tuhan, ciyus!"

Halo, saya sedang senang dan sayang sekali kalau tidak berbagi kesenangan ini padamu. Selamat bersenang-senang hari ini, hai orang-orang hebat. Tahu tidak, seperti kata Tuhan pada saya: "because your destiny, is in My hands, dear." 
Begitu juga dengan kamu. Karena apapun yang kamu kerjakan, akan dibuatNya berhasil. Well, jangan terkecoh dengan keadaan. Saya pernah terkecoh, dan rasanya, so We.O.We menyedihkannya. Padahal kan, kita dirancang untuk menaklukkan keadaan. Bukan sebaliknya. Ini ciyus! Dadah. *kecup* 

-tulisan ini ditulis dalam kondisi menahan senyum-senyum aneh karena terbayang beberapa kejadian manis pagi ini. Ihik. AHEY!- 

images from tumblr




Senin, 03 Desember 2012

HALO DESEMBER

"Senyum-senyum kecut, setengah pahit, (berharap) banyak manis. Ramai rasanya. Katanya sih, itulah hidup."

Kemarin bercerita tentang ke-optimis-an. Hari ini bercerita tentang keterpurukan.
Di satu saat, orang pergi meninggalkan. Di saat yang lain, orang datang memberi jasa pertemanan.
Kemarin tentang yang usang. Hari ini tentang yang baru.
Kemarin tentang mengeluh. Hari ini tentang bersyukur.
Halo desember, aku bergabung bersamamu dengan senyum-senyum kecut, setengah pahit, dan banyak manis. Katanya sih, itulah hidup.
Halo, desember, setiap saat berharap tentang yang manis saja, tanpa rasa lain. Tapi nanti akan mual kalau terlalu manis.
Kalau begitu, aku bergabung dengan senyum-senyum kecut, setengah pahit, dan banyak manis, supaya ramai.

Bagaimana caramu bergabung dengan desember?


*tulisan ini dibuat saat penulis mati gaya karena listrik padam dan akhirnya memutuskan nongkrong di junkfood restaurant sambil memandangi para seragam putih-abu yang sedang bersiap "menetas"*

Images random from googleimages

Selasa, 27 November 2012

PASTI

"Talk intimate. That's the rules."

Tuhan pasti akan menjauhkanmu dari yang buruk.
Lalu setelahnya, Tuhan akan mendekatkanmu pada yang (ter)baik.
Bukankah Tuhan Sang Sutradara?
Bukankah Tuhan Sang Pengarah?
Bukankah Tuhan Sang Maha Segalanya? 

-Me on moment with mirrors (in toilet)-

Salah satu koleksi foto di folder SANGAT lama. Ketika saya masih akrab dengan si kamera. *BigGrin*

Rabu, 21 November 2012

DATANGLAH KEMARI

"Bukan sebuah masalah yang harus ditakutkan, tapi ketidakinginan untuk berjuanglah yang perlu diwaspadai" -Fe's-

Datanglah kemari dan ulurkan tangan.
Datanglah kemari dan tawarkan masa depan.
Datanglah kemari dan ajak untuk berjuang.
Datanglah kemari dan kenalkan pada harapan.
Datanglah kemari dan hilangkan rasa takut ini.
Datanglah kemari dan buat waktu penantian ini berakhir.
Datanglah kemari dan bahagiakan dirimu dengan bahagiaku.


This images from HERE



Selasa, 20 November 2012

"DAGELAN"

Bagaimana mengatakannya? 
Kadang, hidup ini seperti dagelan saja. 
Kemarin, kamu memainkan sebuah permainan. 
Hari ini kamu merasa menang. 
Lalu esok, kamu bosan dan meninggalkan permainan sebelum dinyatakan berakhir. 

Bagaimana mengatakannya? 
Kadang, Hidup ini seperti dagelan saja. 
Kemarin, kamu tertawa terbahak-bahak. 
Hari ini, kamu lelah tertawa dan hanya tersenyum. 
Lalu esok, kamu tidak tersenyum, alih-alih menangis meraung. 

Bagaimana mengatakannya? 
Kadang, Hidup ini seperti dagelan saja. 
Kemarin, kamu bertemu serpihan hati yang sempat hilang. 
Hari ini, serpihannya terpasang dengan bunyi "klik" yang mesra. 
Lalu esok, hatimu jatuh, pecah, dan lebih banyak serpihan yang hilang dibanding sebelumnya. 

Bagaimana mengatakannya? 
Kadang, Hidup ini seperti dagelan saja.


-dagelan means lelucon. Tulisan ini dibuat saat si penulis sedang menonton dagelan dengan otak dan hati setengah beku. Jangan heran.-


Images random from google


Kenapa takut?

Kenapa takut sekali bermimpi? Padahal bermimpi gratis.
Kenapa takut sekali melangkah? Padahal melangkah pun juga gratis.
Kenapa takut sekali menatap ke depan? Padahal menatap pun tak kalah gratis.

Kenapa takut sekali untuk percaya? Padahal percaya pun tak bayar.
Kenapa takut sekali hidup?
Karena hidup menyedihkan?
Karena hidup tidak menentu?

Hidup tidak pernah tidak menentu. Hidup tidak pernah menyedihkan. Manusia lah yang tidak menentu. Manusia lah yang menyedihkan.


-tulisan yang dibuat dalam kondisi otak dan hati setengah beku. Jangan heran.-

this image from HERE

Jumat, 05 Oktober 2012

SUCH A STRANGE MOMENT.

"it's not your faults. it's not my faults. It just wasn't a right match."


If I read it in context of relationship between man and woman (or JUST boy and girl?), then why did GOD put love in their hearts when they first met?  

this images from here



Rabu, 03 Oktober 2012

LOSER.

Salahkan situasi. Salahkan Nasib. Salahkan keadaan. Salahkan kondisi. Salahkan Leluhur. Salahkan jarak. Salahkan orang lain. Salahkan hidup. Salahkan Tuhan. 

Adakan pembenaran.

Ah, tipikal pecundang.
Kamu yang takut tantangan dan bersikeras bertahan pada zona nyaman, jangan berharap lebih.
Atau, jangan berharap.


images random from google images

Selasa, 11 September 2012

KAMU, SI PENGHANCUR (1)

Ini lucu. Tapi aku tidak mampu menertawakannya tanpa sebutir atau dua butir air mata. Hari ini, aku duduk di serambi rumah. Melihat langit yang berubah-ubah setiap tiga menit. Sebentar mendung, lalu sebentar cerah. Lucu sekali. Hidup itu aneh. Setiap hal berubah, bahkan banyaknya tanpa pemberitahuan lebih dulu. Seperti kamu, kan? 
Setiap kali memikirkan garis cerita hidup, selalu berujung pada "kenapa ini terjadi?" Padahal, dulu kita pernah sepakat untuk tidak mempertanyakan hidup. Aduh, penghancur, mengapa memilih aku untuk dihancurkan seperti ini? Apakah kamu senang disana? Melihatku yang tidak tersisa, terseok-seok mengumpulkan serpihan hati untuk diselamatkan? Kamu pasti senang, dengan caramu sendiri. 
Ini lucu. Dulu, aku sering menyombongkan diri. Menunjukkan pada dunia kecilku, bahwa aku dan kamu pantas dicontoh. Mungkin ini ganjarannya. Karena aku terlalu sombong. Aku yang sekarang, tidak tersisa. Masih mencari serpihan lain yang tercecer. Sementara kamu... yah, kamu adalah kamu. Tipikal si masa bodoh dan penganut "life is going on. Don't care." Kamu, si penghancur. Selamat, karena kali ini, kehancuran yang kamu timbulkan berakhir dengan sukses. 
Ini lucu. Kamu bersenang-senang disana. Aku terseok-seok disini. Tidak, tidak. Jangan merasa bersalah. Ini hanya tentang aku. Aku yang belum mampu berlari karena kaki yang kamu patahkan. Tidak, jangan merasa bersalah. 
Oh, tidak merasa bersalah? Maaf, lagi-lagi aku lupa. Kamu kan si penghancur. Penghancur tidak pernah merasa bersalah. 

Nb: ngomong-ngomong, tulisan ini dibuat saat langit memang berubah-ubah setiap beberapa menit. Langit labil. Ihik. 

this images from weheartit

Minggu, 09 September 2012

A RANDOM CONVERSATION BETWEEN ME AND MOM

Ini percakapan random yang terjadi antara mama dan saya saat sedang makan pepaya di meja makan.

***

Mama: "mama heran. Orang kok ya modelnya aneh-aneh. Ada aja yang njagak'ke (menggantungkan harapan) orang lain buat nyambung idup. Daripada abis waktu buat mintak-mintak, mending usaha apa to ya." *dengan logat jawa yang kental*

Me: *sambil makan pepaya* "yah, orang kan gak bisa disamain semua pola pemikirannya kayak mama." *nyam-nyam*

Mama: "tapi itu kan pikiran normal. Orang normal ki yo pikirane kayak gitu fer."

Me: *masih nyomot pepaya* "yah, berarti orang-orang itu gak normal." *sambil berharap ini case closed*

Mama: "mama juga bingung. Kok ada orang bisa janji ini itu, tapi besoknya malah ngilang. Seolah-olah gak pernah njanjiin apa-apa."

Me: *mulai seret makan pepaya* "amnesia kali."

Mama: "apa itu amnesia? Gak bisa tidur?"

Me: "itu insomnia." *lirik tajam ke mama*

Mama: "halah. Aneh-aneh ya manusia. Makanya kamu jangan bodo. Jangan gampang percaya. Apa-apa itu diselidik dulu. Diliat bener-bener. Orang sekarang itu makin pinter bikin omongan. Terus nanti diputer balik. Yang tegas sama diri sendiri dan orang-orang yang memang pantes ditegasin. Jangan ikut arus orang lambat. Orang lambat itu masa depannya juga lambat. Hati-hati ya harus. Tapi bukan brarti ngelambat'no (memperlambat) langkah." *ambil cangkir*

Me: *diem seribu bahasa* *merenung hebat*

***

Jangan tanya maksudnya apa. Ini obrolan random di meja makan, ingat? Hihihi.
*kiss*




Sabtu, 08 September 2012

SAYA RINDU!

Oh-oh. Saya rindu mengisi kekosongan blog ini, setelah beberapa waktu belakangan ini tidak dibuka dan di-update. Saya rindu bertukar komentar dengan teman-teman blogger. Kalian juga rindu saya, kan? *asah kapak*

Berlebihan ya? Ihik. *bersemu-semu*

Akhir-akhir ini saya bingung mau menulis apa. Bawaannya pengen tidur terus. Kegiatan "menemukan dan menangkap kata dalam pikiran" seperti yang biasanya terjadi sebelum menulis, juga tidak berjalan dengan lancar belakangan ini. Mau curhat, nanti takut tersandung masalah, seperti artis-artis yang tersandung masalah karena curhat di jejaring sosial itu. Mau ngarang cerita, cerita apa yang dikarang? Cerita siapa yang dikarang?

Tapi saya tak kuasa menahan rindu. Sampai akhirnya saya putuskan untuk menulis postingan ini. Uh-oh! *usap air mata di pipi*

Hmm, baiklah. Ini akan jadi postingan alay kalau diteruskan. Bukan "fe banget" gitu deh. Ihik. Sebenarnya, pada intinya sih, dibalik tulisan yang agak tidak jelas dan sangat random dan absurd ini,  saya ingin menyapa teman-teman dan berharap kalian tidak lupa dengan blog ini. Salam kangen dari saya untuk teman-teman blogger. Jangan bosan "mantengin" blog ini. Siapa tau kalian cepet ketemu jodoh melalui blog ini.

Oh iya, saya sedang patah hati. Daniel mananta, laki-laki terkenal yang setiap malam saya doakan agar menjadi suami di masa depan, dikabarkan menikahi bule pirang di australia. Bayangkan kesedihan saya. Rasanya seperti mengemudi tanpa setir dan ban. Hampa.

Selamat beraktivitas, teman-teman. Jangan lupa untuk menyemangati diri sendiri. Jangan bergantung dengan belaian manusia lain.
Karena manusia tidak abadi. *apasih*

*wavinghands*

Images from this website



Kamis, 26 Juli 2012

"DA-DAH."

Jadi, disudut jalan yang agak pekat dengan debu, ada seseorang yang sedang sibuk menjejalkan masa lalu kedalam sebuah kantong hitam. Karena kantongnya terbatas, Maka ia memotong masa lalu menjadi bagian-bagian kecil, lalu kembali menjejalkannya ke dalam kantong hitam itu.
Sekali lagi, ia mengedarkan pandangan ke sekelilingnya. Memeriksa kembali, jangan-jangan ada potongan kecil yang tertinggal. Ia harus memastikan, tidak boleh ada potongan sekecil apapun yang tertinggal. Sedikit saja potongan kecil itu menyentuhnya, maka kantong hitam akan meledak dan apa yang sudah dijejalkan akan berhamburan keluar.
Sudah beres semuanya. Tidak ada yang tertinggal di luar kantong hitam. Semua bersih.
Suatu waktu, pak tua lewat. Maka, ia menitipkan kantong hitam berisi potongan-potongan masa lalu itu. Pesannya kepada pak tua: "tolong, bawa kantong hitam ini. Buang kemana saja anda ingin. Lakukan apa saja terhadap kantong ini. Hanya saja, jangan kembalikan ke saya. Jangan dekatkan kantong ini pada saya lagi. Saya tidak sanggup membuangnya sendiri. Saya mohon bantuan anda."
Pak tua pergi. Membawa kantong hitam itu.
Nah, selamat tinggal kantong hitam. Selamat tinggal, masa lalu.

images random from google

Selasa, 24 Juli 2012

"KATA NOVEL HARLEQUIN"

"Cermin yang rusak bisa disambung kembali. Tapi bayangan yang terpantul sesudahnya pasti akan terdistorsi. Kupikir, hubungan cinta juga seperti itu." Kata tokoh utama wanita di sebuah novel harlequin (Yang sering dianggap novel mesum) berjudul Desperado, karya Diana Palmer. 

"Kau harus mulai mempercayai keajaiban, sayangku. Kau sudah mendapat banyak keajaiban dalam hidupmu, tapi percayalah padaku, keajaiban-keajaiban lain akan muncul lebih sering mulai sekarang." Kata tokoh utama pria di novel yang sama.

"Kupikir cinta kami cukup kuat untuk bertahan menghadapi apapun. Bagaimana aku bisa sebodoh itu?" Kata tokoh utama wanita di sebuah novel harlequin (yang masih tetap dianggap novel mesum) berjudul the Spanish Consultant, karya Sarah Morgan. 

"Jadi kenapa kau melarikan diri? Orang dewasa tidak melarikan diri dari masalah, Katy. Mereka menghadapinya." Kata tokoh utama pria di novel yang sama. 


"Kata siapa novel harlequin novel mesum? Dimana lagi menemukan lelaki super tangguh dan sempurna plus sangat tampan, kalau bukan di novel harlequin?" Kata pemilik blog ini, yang gemar sekali membaca novel-novel harlequin dan historical romance.

images from this blog

Selasa, 03 Juli 2012

HARGA YANG HARUS DIBAYAR

"Apa yang ditabur, itulah yang dituai."
 
Untuk setiap keputusan, ada harga yang harus dibayar. 
Untuk setiap kerusakan yang dibuat dengan sengaja, juga ada harga yang harus dibayar. Jika tidak mampu memperbaikinya, maka sebaiknya diam dan terima. 
Untuk setiap perbuatan, selalu ada resiko yang mengikuti dibelakangnya. Maka apa yang ditabur, itulah yang dituai. 
Untuk setiap kesalahan, selalu ada cara untuk memperbaikinya. Jika berniat, maka ambil langkah berani dan perbaiki apa yang harus diperbaiki. 
Karena terkadang, untuk beberapa hal, tidak cukup hanya dengan pengakuan dan maaf saja. 
Untuk itu ada istilah tanggung jawab. 
Hai orang awam, ini bukan tentang benci dan dendam. Ini hanya tentang aturan hidup yang harus dimainkan dengan adil.

Untuk aku dan siapapun yang merasa.


Senin, 02 Juli 2012

SELINGAN PAGI INI.

Kemarin pagi, saya dibangunkan alarm (seperti biasa). Saya membuka mata, melihat jendela, sudah agak terang, lalu spontan saya bilang pada Tuhan: "Oh ya ampun Tuhan. Kenapa saya harus bangun, saya sudah minta untuk tidak bangun saja." Pernyataan yang sangat "tidak bersyukur" ya? *senyum malu-malu*
Setiap malam, selama beberapa bulan terakhir, saya kehilangan semangat. Merasa terinjak-injak dan terbuang. Merasakan kegagalan yang luar biasa, lebih dari yang dulu-dulu. Saya selalu minta (dengan sangat) pada Tuhan agar malam ini adalah malam terakhir saya. Lalu, setiap pagi, setiap kali saya sadar dari tidur, seolah Dia bilang: "Not today, sweetheart. Wake up."
Tapi Tuhan selalu punya cara untuk membangkitkan semangat dipagi hari: ketika saya memandang wajah mama, ketika saya melihat Blackberry dan melihat sapaan selamat pagi dari sahabat-sahabat, dan ketika saya berangkat kerja. 
Untuk berangkat kerja, saya membutuhkan sekitar 45 menit sampai 1 Jam untuk bisa sampai dikantor. Saya mengeluhkan ini, dulu. Tapi belakangan, saya sangat men-syukurinya. Kenapa? Karena disitulah quality time saya bersama Tuhan. Saya akan mengeluhkan semua persoalan, saya akan mengasihani diri sendiri, saya akan meratap bahwa semua ini tidak adil, saya akan menyalahkan orang-orang yang harus disalahkan. Lalu, seperti ada yang berbisik "selalu ada matahari bersinar setelah badai. Tenang dan sabarlah." 
Kemudian, disisa perjalanan, saya akan menyemangati diri sendiri, sesekali melihat ke langit. Kalau mendung, saya akan bilang: "setelah ini akan ada matahari yang sangat keren." Kalau cerah, saya akan bilang: "Tuhan benar, selalu ada matahari setelah badai." 
Saat saya menulis ini, saya sedang dikantor. Karena datang agak awal, saya menyempatkan diri melihat blog saya. Tiba-tiba ingin sekali membaca tulisan-tulisan lama saya sendiri. Mungkin ini aneh, tapi saya menjadi bersemangat kembali setelah membaca tulisan-tulisan saya sendiri. Selalu ada yang menyedihkan dibeberapa tulisan saya. Tapi ternyata (baru saya sadari) ada beberapa kata-kata penyemangat secara tersirat di beberapa tulisan, bahkan ketika tulisan-tulisan itu ditulis saat sedang iseng. Siapa yang menulis itu? Saya sendiri? 
Saya kaget. Ternyata, Paling tidak, dulu, saya pernah menjadi orang yang benar-benar optimis, bahkan disaat yang paling memilukan. Saya ingin mendapatkannya kembali. Jiwa yang optimis, Hati yang lembut dan kuat. Pribadi yang ceria. 
Tahu tidak, Tuhan punya segala cara untuk mengembalikan langkahmu yang terseok-seok, menjadi langkah yang mantap. 
Saya masih labil. Belum tahu langkah apa yang harus diambil untuk menata beberapa bagian yang sudah hancur. Masih ter-ngesot-ngesot memperbaiki langkah-langkah yang sempat salah. Masih takut untuk berharap dan bermimpi indah. Masih terjebak dengan ketidak-sinkron-an antara otak dan hati. 
Tapi Tuhan selalu punya cara, kan? 
"Karena matahari yang muncul setelah badai, selalu menjadi matahari yang terindah. Tenang dan Sabarlah."

Selamat Pagi, teman-teman yang sedang tidak bersemangat maupun yang sudah menemukan kembali semangatnya. :)

images from this tumblr

Jumat, 29 Juni 2012

SAKIT.

"Karena ternyata lebih susah menyembuhkan jiwa yang sakit, daripada menyembuhkan fisik yang lemah." 

Rabu, 27 Juni 2012

"MARAH DENGAN ANGGUN"

Jadi, saya sedang ingin marah-marah dan menyumpahi beberapa orang. Tapi, efek setelah marah-marah dan menyumpah juga tidak se-menyenangkan waktu marah-marah dan menyumpahnya sedang berlangsung. Saya benci sakit lambung ini. Tidak bisa membuat saya leluasa marah-marah. Kenapa? Karena setelah saya marah-marah, ujung-ujungnya pasti muntah-muntah. Fenomena aneh. 
Saya masih membenci sakit lambung ini. Tidak bisa membuat saya leluasa menangis ala drama korea yang saya gemari. Kenapa? Karena setelah saya menangis dengan sendu dan cantik, ujung-ujungnya tetap muntah-muntah. Merusak scene indah saja. Bayangkan saja, saya sedang menangis di pinggir jendela, dengan rambut berkibar-kibar, wajah berlinang dan make-up yang tidak luntur (seperti salah satu iklan kosmetik di tivi itu), begitu cantik dan sendu, lalu tiba-tiba scene bubar karena saya mendadak mual dan harus muntah. HARUS. 
A.R.G.H!
Saya ingin marah-marah dengan leluasa. Ingin menyumpahi beberapa orang dengan leluasa. Ingin memaki sejumlah orang laknat dengan leluasa. 
Oh baiklah. Efek yang ditimbulkan memang tidak sepadan dengan kepuasan marah, menyumpah, dan memaki. Lalu saya berakhir dengan quotes-quotes mulia dan artikel-artikel penelitian sejenis yang intinya mengatakan kalau marah-marah hanya merusak kesehatan tubuh dan emosi. 
Lalu, saya ingat penggalan kata-kata dari sahabat-sahabat saya (kumpulan gadis-gadis yang bersikeras kalau dirinya masih remaja): ".... DENGAN ANGGUN"
Coba kita pasangkan kata "marah" dengan "dengan anggun": "marah dengan anggun."
Marah dengan anggun? Seperti mengatakan "AN***G!" sambil tersenyum lebar? Atau seperti mengepalkan jari-jari tangan dan bersiap melakukan gerakan tinju ala Chris John sambil memasang tampang lembut dan penuh cinta? 
Bisa dicoba. 
Oh, baiklah, teman-teman. Ini hanya tulisan tidak penting akibat kelabilan penulis, dan bisa diabaikan kapan saja. Tidak penting. Tidak penting. *Banting Meja sambil senyum-senyum*
SALAM. 

nb: saya dedikasikan tulisan marah-marah ini untuk sahabat-sahabat saya (kumpulan para gadis yang mengaku dirinya masih remaja dan mengabaikan keriput di paha) yang telah dengan sukses meng-inspirasi saya untuk marah-marah dengan anggun.
images random from google


Selasa, 26 Juni 2012

TIDAK SEPAHAM

Aku belum bisa memahami "waktu yang tepat di mata Tuhan".
Serasa terlalu lambat bagiku. Tapi Ia bilang itulah waktu yang tepat.
Lalu di lain waktu, serasa terlalu cepat bagiku. Dan Ia tetap bilang itulah waktu yang tepat.

"Kita tidak pernah sejalan untuk masalah waktu, kan, Tuhan?"

images random from google.

Kamis, 14 Juni 2012

(ME)RACAU

"I have no idea...."

Seseorang, atau sesuatu, membuat otak itu lembek seperti bubur. Lalu mencuri semangatnya. 

"Aku, si otak, sedang tidak punya ide untuk menulis. Singkirkan mereka yang membuatku lembek dan mencuri semangatku. Tolong."
-Otak-

this picture from HERE

Rabu, 23 Mei 2012

SETULUS HATI

Kamu tahu tidak artinya menyayangi setulus hati? 

Itu seperti tetap sayang meskipun dia pergi. 
Itu seperti tetap sayang meskipun dia menjauh. 
Itu seperti tetap sayang meskipun dia tidak lagi peduli. 
Itu seperti tetap sayang meskipun dia menginjak hati dan harga dirimu. 
Itu seperti tetap sayang meskipun dia membuangmu. 
Itu seperti tetap sayang meskipun dia menyerah tentang kamu. 
Itu seperti tetap sayang meskipun dia menghindarimu. 
Itu seperti tetap sayang meskipun dia menjadi liar. 
Itu seperti tetap sayang meskipun dia tidak lagi sayang padamu. 
Itu seperti tetap sayang meskipun dia mengaku hilang rasa padamu. 

Ah, tulus dan bodoh beda tipis.  


images from this link





Senin, 21 Mei 2012

Surat dari Langit #6

Suatu hari, seorang gadis duduk di padang rumput sambil memandangiku. Rambutnya berkibar-kibar. Ia memakai terusan kuning dengan motif bunga-bunga.

"Jangan sekarang nak. Petir sebentar lagi datang. Hujan harus turun hari ini. Awan sudah gelap. Dan aku harus menyiapkan serangkaian pelangi dan menarik matahari untuk bersinar sesudahnya. Aku sibuk. Bagaimana kalau besok?"
"Tidak apa-apa langit. Kerjakan saja apa yang harus kau kerjakan. Aku hanya ingin memandangimu."
"Tidak. Kau tidak hanya ingin memandangiku. Baiklah. Lima Menit. Katakan apa yang sangat ingin kau katakan."
"Umm... aku ingin menyerahkan ini padamu. Dah, langit!"

gadis itu meninggalkan kertas cokelat diatas rumput hijau itu. Lalu lari. Masih dengan rambut yang berkibar-kibar itu.

"Oh, kid. Ada-ada saja. Ditengah awan yang gelap ini."


Aku membukanya. Rupanya ini sebuah surat. Oh. Surat untukku. Baiklah. Petir harus menunda sebentar acaranya. Aku harus membaca surat cokelat itu.


Surat Untuk Langit.
Dear Langit,
Aku ingin menyampaikan rasa rindu untuk mata cokelat. Aku tidak melihatnya untuk waktu lama. Terakhir bertemu ketika rambutku masih lurus dan pendek. Katakan padanya, aku rindu. Tidak mampu menyampaikan langsung padanya. Ada tembok dan sekat-sekat berduri yang ia bangun di sekeliling benteng yang baru saja ia bangun. Jadi aku tidak dapat menembusnya. Katakan padanya, aku menunggu, diluar. Aku juga selalu mendoakannya. Mata cokelat sering memandang langit. Tentu kau tidak akan kesulitan menyampaikan ini, kan, langit?
Terima Kasih.

Gadismu.


Apa yang harus kulakukan dengan pesan ini? Pesan si gadis yang sedang tergila-gila dengan mata cokelat. Oh, baiklah, gadisku, kau menang. Aku akan menyampaikannya pada mata cokelat. Semoga mata cokelatmu menyadarinya dan menyambutmu kembali. 
Oh, gadisku, jangan menjadi bodoh terlalu lama.

Dengan perasaan tersentuh,
Langit  

images from this tumblr



Rabu, 02 Mei 2012

Kupu-kupu, Kepompong, dan Anak Kecil

"Suatu hari ada seorang anak yang sedang asyik mengamati sebuah kupu-kupu yang akan keluar dari kepompongnya. Ketika anak itu sedang mengamati kepompong tersebut, kupu-kupu itu terlihat kesulitan dan bersusah payah keluar dari kepompongnya. Anak itu merasa kasihan dan berniat membantu kupu-kupu itu keluar. Maka ia mengambil gunting dan memotong kepompong itu dengan maksud agar kupu-kupunya lebih mudah untuk keluar. Kemudian, kupu-kupu itu keluar, namun dia tidak dapat terbang dan akhirnya terkulai lalu mati." 

Saya mendapatkan ilustrasi ini dari seorang pendeta yang sedang berkotbah hari minggu kemarin. Cerita ini ternyata juga sudah diceritakan di banyak blog dan kaskus. Tapi saya cukup kaget dengan cerita ilustrasi ini. Selain saya belum pernah mendengar cerita ini sebelumnya, saya juga seperti dibuat mengerti oleh beberapa hal melalui cerita ini. 
Saya pernah berada di posisi anak kecil itu. Saya sibuk mencari cara untuk melindungi dan mengatasi masalah orang lain, lebih tepatnya, masalah orang-orang yang saya sayangi. Jika bisa, saya akan memperpendek prosesnya dan cepat-cepat "menyelamatkan" orang-orang yang saya sayangi dari berbagai masalah dan prosesnya yang menyakitkan.  Saya menawarkan diri. Meyakinkan orang lain bahwa bersama saya dia akan aman. 
Ouch! Inilah pahlawan kesiangan. Saya menyadari satu hal, saya bukan Tuhan, saya bukan pahlawan amerika yang pandai memanjat tembok atau menerjang badai untuk menyelamatkan orang lain. Cerita ilustrasi ini memberitahu saya satu hal, bahwa ada masanya dimana setiap orang harus menghadapi masalahnya sendiri. Setiap orang akan mendapati masa dimana ia harus berjuang sendiri untuk melewati proses demi proses dan bukannya memotong proses itu seolah-olah dengan waktu singkat, ia akan berjaya. 
Dari cerita itu saya mengerti bahwa jika mengikuti prosesnya, maka kupu-kupu itu akan menjadi indah dan dapat terbang tinggi. Jika kupu-kupu saja harus melewati proses, mengapa kita tidak?
Akhirnya saya menyadari, bahwa ada masa dimana saya harus "tega" melihat orang-orang yang saya sayangi bergulat dengan apapun yang menjadi masalahnya dan mencari cara untuk berusaha keluar. Tugas saya adalah menunggu, mendukung dan siap. Menunggu prosesnya berakhir, mendukungnya dengan cara lain selain memotong "kepompongnya", dan siap menyambutnya ketika berhasil keluar dari persoalan. 
Saya yakin banyak sekali yang menanggapi cerita ilustrasi itu dengan cara dan pandangan yang berbeda-beda. Bukan masalah. Saya berharap, apapun pandanganmu tentang ilustrasi itu, membuatmu mengerti tentang hal-hal baik yang nampaknya tersembunyi dan kembali bersemangat menghadapi apapun "kepompong" nya.
Dan ini untuk semua orang dengan keyakinan yang berbeda-beda. Selamat menikmati hidup. Selamat menikmati "kepompong"mu. Selamat menunggu dan bersiap-siap bagi kamu yang sedang menjadi anak kecil itu. Oh, jangan lupa, singkirkan gunting yang akan digunakan untuk memotong kepompong orang-orang yang kamu sayangi. 
*Tebar bunga mawar*

p.s: saya men-deactive-kan facebook saya. Mari berteman melalui twitter, tumblr, dan blog ini saja. *tebar kartu nama* 

this picture from this tumblr


Sabtu, 21 April 2012

For a while

"If all things getting worse and you're getting tired, then stop. Just stop for a moment, but not forever."
(-fe'S-)

Ada yang bilang, letakkan semua memori menyenangkan dan menyedihkan di suatu kotak. Ambil kunci dan gembok. Kunci sejenak kotak itu. Lalu simpan kotak itu di atas lemari yang paling tinggi. Tinggalkan disana dan langkahkan kaki menjauhi lemari. Bersenang-senanglah di kebun depan. Panggil semua tetangga, kerabat, dan teman. Nyalakan musik kencang-kencang dan berdansalah. Lupakan kotak itu sebentar. Ia hanya benda mati yang tidak punya kaki dan tidak akan pindah tempat dengan sendirinya. Suatu hari, kotak itu akan terbuka kembali, tidak dengan sendirinya, tapi tanganmulah yang akan membukanya. Ketika kotak itu terbuka, maka artinya kamu siap dengan memori lama. Menyenangkan atau menyedihkan, kamu akan memilah-milahnya menjadi beberapa bagian. Nanti, ada bagian yang akan kamu bawa menuju masa depan, ada bagian yang akan kamu tinggalkan dan akhirnya lapuk bersama kotak itu. Nanti. 

Jadi, ini hanya sebuah kelelahan yang umum dialami oleh semua makhluk hidup. Bahkan anjing yang memiliki tingkat semangat yang paling tinggi pun, suatu hari akan lelah juga. Menyemangati diri sendiri, seolah-olah semua sedang baik-baik saja, pada akhirnya memang melelahkan. Ada baiknya jika berhenti sejenak. Sejenak saja. Bukankah untuk segala waktu ada waktunya?

this picture from this tumblr


Senin, 16 April 2012

For a reason

For some reason, it is hurts. So much.
For another reason, it is such a great lesson. 
And for special reason, I survived. And waiting for comeback' moment. 
-Me, my self-

images from this tumblr

Senin, 26 Maret 2012

Surat Dari Langit #5

Sebentar cerah. Sebentar mendung. Sebentar tanpa awan. Sebentar tanpa matahari. Sebentar tanpa bintang.
Sebentar biru. Sebentar ungu. Sebentar kuning. Sebentar hitam. 

Jangan salahkan aku, gadis. 
Aku mengikuti hatimu, yang sebentar sedih, sebentar senang. 
Sebentar menangis. Sebentar tertawa. Sebentar melangkah. Sebentar berhenti.


Benahi hatimu, gadis. 
Karena tidak selamanya aku mengikuti hatimu. 

Dengan penuh semangat untuk menemanimu, gadis.
Langit.

images random from google
Read: Surat dari Langit #4

Senin, 19 Maret 2012

LIFE LESSON

Saya belajar banyak hal akhir-akhir ini. Sampai saya pikir semua ini terlalu berlebihan dan otak tidak cukup menampung sebanyak ini. Saya belajar tentang menyayangi sepenuh hati dan jatuh karenanya. Saya belajar mengenal sifat dan sikap orang-orang yang sempat dan sedang terlibat dalam hidup saya yang penuh warna. Saya belajar menertawakan masalah bersama para sahabat. Saya belajar mengontrol hal-hal yang tidak dapat saya kontrol sebelumnya. Dan saya belajar percaya. 
Tentang menyayangi sepenuh hati, ternyata tidak dapat kamu kontrol menjadi persentase. "Cintai pasanganmu 10%, 50%, atau 80% saja." Berapa banyak 80% itu? Saya pikir saya pintar menakar perasaan. Ternyata saya tidak sepintar itu. Perasaan tidak bisa dibatasi menjadi sekian persen. Saya menyadari bahwa totalitas sudah mendarah daging. Dan karenanya saya terbang tinggi lalu jatuh dengan bunyi yang cukup keras. Errr, dan tentu saja, sakit. Tapi saya belajar. Belajar bersyukur dan tetap berdiri dengan kepala tegak. 
Orang-orang berubah. Tentu saja. Mereka bilang yang tidak akan pernah berubah adalah perubahan itu sendiri. Siapapun punya kesempatan untuk berubah. Saya pun berubah. Orang-orang yang saya putuskan untuk saya sayangi pun berubah. Dan ternyata, perasaan pun dapat berubah. 
Saya naif. Saya pikir jika kamu menyayangi seseorang, meletakkannya sebagai dasar, maka dalam keadaan paling mendesak pun, perasaan sayangmu tidak akan berubah. Tidak. Bukan seperti itu alurnya bagi beberapa orang. Mereka bilang perasaan sayang bisa hilang begitu saja. Akhirnya saya belajar satu hal, bahwa untuk urusan mencintai, hanya Tuhan yang tidak pernah berubah.
Saya juga belajar menunggu. Memberi kesempatan pada yang seharusnya layak diberi kesempatan, untuk berubah. Berubah menjadi lebih baik. Tuhan memberi saya kesempatan begitu banyak untuk memperbaiki hal-hal yang sudah saya kacaukan. Mengapa tidak untuk orang lain? 
Seperti tentang perasaan yang timbul-hilang. Saya menunggunya untuk menjadi timbul-hilang-timbul-timbul-timbul. Tapi bukankah kita hanya manusia biasa? Punya kontrol terbatas, bahkan untuk diri sendiri. Akhirnya saya belajar satu hal lain, bahwa kita tidak bisa mengontrol perasaan orang lain. Lakukan hal terbaik, tinggalkan harga diri, dan mereka tetap akan meninggalkanmu jika mereka bersikeras. Jika begitu, maka yang dapat kamu lakukan adalah mengontrol perasaanmu sendiri. Untuk mengurangi, menambahkan, atau ikut menghilangkan perasaan, hanya proses yang akan menjawab. Kamu menyayangi sepenuh hati, ingat? Tentu saja tidak bisa hilang begitu saja, seperti memasak mie instan yang hanya dalam 3 menit selesai.
Tentang sifat, ternyata saya terlalu percaya diri untuk menilai orang lain. Bahkan ketika kamu sudah mengenal dan hidup bersamanya bertahun-tahun, kamu akan selalu menemukan hal baru dan biasanya akan berakhir dengan kejutan. Manusia mudah berubah, ingat? 
Tentang menertawakan masalah, saya heran ternyata saya mampu melakukannya. Karena sahabat. Untuk masalah yang sepertinya urusan hidup dan mati, pada akhirnya akan dibuat seperti dagelan. Mungkin tidak dapat membantumu melewati malam hari dengan menangis tersedu-sedu, tapi pasti akan membantumu memberi keberanian untuk melangkah kedepan. 
Tentang mengontrol, saya akhirnya sadar bahwa kontrol itu penting. Kendalikan dirimu untuk hal apapun. Bertekunlah dan kurangi kecepatan jika memang diperlukan. Atau jika harus berhenti dan mencoba jalan lain, maka lakukanlah. 
Tentang percaya, mau tidak mau, saya harus mengatakan bahwa hanya Tuhan yang dapat saya percaya. Mempercayai manusia itu fatal. Kenapa saya sering sekali melupakan hal ini? Padahal tangan saya sendiri sering menuliskannya di tulisan-tulisan sebelumnya. 
Tentang mempercayai satu hal, jika sudah membuat tujuan, jika meyakini akan terjadi, maka seharusnya tidak ada kata menyerah, apapun yang menghalangi. Mudah menyerah bukan bagian dari kedewasaan. Saya akan mencatat hal ini baik-baik.
Lalu tentang semuanya, saya menyadari bahwa hidup hanya tentang proses. Seperti kata-kata yang sempat melintas di otak yang sedang oleng akhir-akhir ini, "ini hanya persoalan biasa, semua manusia menghadapinya, dan ini giliranmu, anak muda."

images random from google

Senin, 12 Maret 2012

DUA PASANG TANGAN

Suatu hari, sepasang tangan dengan jari panjang dan kuat datang menghampiri sepasang tangan yang lain dengan jari-jari pendek dan cukup rapuh. Sepasang tangan kuat ini memperkenalkan dirinya. Tangannya menggenggam kuat dan pasti. Lalu, hari-hari berlalu dan tangan kuat ini semakin erat menggenggam tangan dengan jari-jari pendek itu. Dua pasang tangan dengan bentuk jari-jari yang berbeda memutuskan untuk saling menggenggam. 
Jika kamu hidup, maka masalah tidak akan berhenti datang dalam hidupmu. Pada saat itu, dua pasang tangan menyadari bahwa akan selalu ada masalah. Karena itu dua pasang tangan berjanji untuk saling menggenggam dan menghadapi masalah bersama-sama selama mereka hidup. Dua pasang tangan menentukan tujuan dan mimpi. Dua pasang tangan merancang tujuan, membangun mimpi, dan menulisnya dalam dua loh hati, lalu menyerahkannya pada Tuhan. 
Dua pasang tangan mulai melangkah. Janji untuk tidak saling melepas. Janji untuk tetap bersama. Janji untuk berjuang sampai akhir. Janji untuk sampai pada tujuan dan membuat mimpi menjadi nyata. Ah, tidak ada yang mustahil. Tuhan bersama mereka. Tuhan meletakkan tanganNya diatas dua pasang tangan ini. Dua pasang tangan mulai saling mengayun dan bergembira. 
Suatu hari, badai pertama datang. Tangan dengan jari-jari pendek mulai gemetar. Lunglai dan takut. Pelan-pelan genggamannya mengendur. Tapi tangan dengan jari-jari panjang itu sigap. Tangannya tetap menggenggam dengan kuat. Tangannya menepuk lembut untuk mengatakan "Kuatlah. Ada tujuan dan mimpi-mimpi yang kita tulis dalam dua loh hati. Tangan ini akan selalu menggenggam untuk melewati badai ini dan melanjutkan tujuan yang masih panjang." Indah. Tangan dengan jari-jari pendek tidak lagi lunglai dan rapuh. Kuat kembali karena diyakinkan. Menggenggam kembali dengan lebih kuat. Tangan dengan jari-jari yang indah. Itu favoritnya. Tangan yang akan selalu kuat dan yakin. 
Tangan dengan jari-jari panjang hanyalah tangan. Tentu pernah gemetar karena badai yang lain. Tapi ingat dengan janji untuk saling menggenggam? Ingat dengan tulisan pada dua loh hati? Itulah yang membuat dua pasang tangan bertahan untuk saling menggenggam. 
Tapi ini hidup. Tidak pernah sempurna jika tidak bertekad untuk menjadi sempurna. Tangan dengan jari-jari panjang melemah. Lelah dan tidak lagi tertarik untuk menggenggam dan mencapai tujuan. Tangan dengan jari-jari pendek mencoba untuk menggenggam kuat, mencoba untuk menyemangati seperti yang telah dilakukan oleh tangan dengan jari-jari panjang di masa lalu. Mengingatkan janji yang pernah diucapkan. Menunjukkan tulisan pada dua loh hati. 
Kali ini tidak berhasil. Tangan dengan jari-jari panjang memilih untuk melepas. Disini, tangan dengan jari-jari pendek sendirian. Tidak berhasil menggenggam. Tangan dengan jari panjang memilih pergi. Menghancurkan tulisan pada dua loh hati. 
Hei, tangan dengan jari-jari panjang, dimana kekuatan dan keyakinan itu? Hari itu kau membuat tangan dengan jari-jari pendek ini terpukau. Membuat tangan-tangan lain ikut terpukau dan berebut untuk memegangmu. 
Tuhan meletakkan tanganNya diatasmu juga. Lalu kenapa bersikap bodoh dengan melepasnya? 
Kembalilah, tangan dengan jari-jari panjang yang kuat. Tangan dengan jari-jari yang pendek ini masih siap untuk menggenggam tanganmu sebelum akhirnya ikut lunglai. Ingat pada tulisan dua loh hati. Tujuan dan mimpi tidak dibuat begitu saja. Tujuan dan mimpi tidak dibuat saat iseng. Menjadi berani sama mudahnya dengan menjadi takut jika kau ingin.
Jika saat itu itu dua pasang tangan saling bertaut dan meminta Tuhan untuk ikut bergabung meletakkan tanganNya diatas dua pasang tangan, maka seharusnya tidak ada yang mustahil. Bukankah itu yang disebut keyakinan yang tangguh? 

images from HERE


Kamis, 08 Maret 2012

Long Distance

Long Distance - Brandy

There's only so many songs
That I can sing to pass the time
And I'm running out of things to do
To get you off my mind
Ooohh, no

All i have is this picture in a frame
That I hold close to see your face every day


With you is where I'd rather be
But we're stuck where we are
And it's so hard, you're so far
This long distance is killing me

I wish that you were here with me
But we're stuck where we are
And it's so hard, you're so far
This long distance is killing me

It's so hard, it's so hard
Where we are, where we are
You're so far, this long distance is killing me
It's so hard, it's so hard
Where we are, where we are
You're so far, this long distance is killing me

Now the minutes feel like hours
And the hours feel like days
While I'm away
You know right now I can't be home
But I'm coming home soon,coming home soon

All i have is this picture in a frame
That I hold close to see your face every day

With you is where I'd rather be
But we're stuck where we are
And it's so hard,you're so far
This long distance is killing me

I wish that you were here with me
But we're stuck where we are
And it's so hard, you're so far
This long distance is killing me


Kamis, 23 Februari 2012

Surat dari Langit #4

Aku suka biru. Dengan begitu awan akan menjadi putih.
Aku juga suka hitam. Dengan begitu bintang akan senang berkolaborasi denganku. Kau tahu, bintang yang tampak kecil dan berkilau jika kau melihatnya dari pijakan tanah di bumi.  
Tentu saja, tugasku tidak hanya menyenangkan diriku sendiri. Aku tidak selalu mendapatkan apa yang aku suka dan apa yang aku senangi. Aku tidak selalu mendapatkan biru dan tidak selalu berkolaborasi dengan bintang. 
Karena hujan tidak begitu cocok dengan biru dan petir tidak begitu bersahabat dengan bintang.

Apakah kau juga begitu, manusia? 

Dengan perasaan yang sedang biasa-biasa saja. 
Langit. 


picture random from google images (keywords: "blue sky")

Senin, 20 Februari 2012

HALO!

HALO!

Jadi, sebenarnya saya hanya ingin menyapa. Sekedar "menyapu lantai" dan "membuka tirai" pada "rumah kecil" ini (Baca: Blog). Beberapa waktu terakhir ini saya sangat sibuk (sibuk menggalau) sehingga tidak sempat menyapa para penggemar, eh! pengunjung blog ini maksudnya (<< Semacam blog penting). Beberapa draft tulisan yang saya simpan pun akhirnya lapuk dan tidak bisa saya lanjutkan, apalagi di publikasikan (Cih!). 
Ini dia penyakit kumat-kumatan saya, yang selalu membuat saya gagal menjadi penulis tenar semacam JK Rowling, yaitu: Pelupa. Saya mudah lupa dengan beberapa hal. Saya sering lupa membalas sms penting (apalagi sms tidak penting). Saya sering lupa menjawab pertanyaan yang diajukan kepada saya. Saya sering lupa letak barang-barang penting yang sebelumnya saya letakkan dengan tangan saya sendiri, seperti kunci mobil, kunci motor, kunci rumah, HP, dompet. Saya pun sering lupa dengan tulisan-tulisan yang saya buat. Biasanya, tulisan-tulisan saya suka muncul begitu saja. Entah ketika sedang menonton tv, ketika bersantai di teras rumah, ketika asik memandangi atap rumah, ketika sedang "bersemedi" di toilet. Lalu, saya akan menuliskan "cuplikan" tulisan itu di HP saya. Jika tidak ada aral melintang, tulisan itu akan jadi sempurna sampai pada penutup. Masalahnya, aral sering melintang, sehingga beberapa tulisan tidak pernah sampai pada cerita akhir. Untuk melanjutkan kembali beberapa waktu kemudian, dibutuhkan konsentrasi luar biasa. Biasanya saya harus ke kafe tertentu dimana HARUS banyak bertebaran lelaki super seksi dan lelaki "oh-ganteng-sekali" untuk dapat melanjutkan tulisan-tulisan itu. << Abaikan, ini fiktif. 
Karena penyakit pelupa itulah banyak draft terbengkalai dan akhirnya lapuk dan terlalu berat untuk dilanjutkan *Sigh*.
Penyakit saya yang lain jika berkaitan dengan dunia tulis menulis adalah: saya sering kesusahan menuliskan akhir dari sebuah tulisan. Seperti sekarang, saya bingung mau "nyerocos" apalagi sebagai tanda berakhirnya sapa-menyapa ini. 

BYE! 

p.s: tanda seru diatas adalah tanda bersemangat, bukan tanda marah-marah.


nb: TANYA! *naik keatas meja*. Bagaimana caranya menghilangkan para spammer di chatbox? Lihat, chatbox saya penuh nama-nama asing yang katanya melancong dan "jom lepak" (Apa itu jom lepak? Is it similiar with John Kei?) dengan link web aneh-aneh. *Sigh*

NUMPANG TENAR. Gak gendut-gendut banget dong yaaa! *kibasrambut*
Model: AKU! AKU! 
Photo and edited by Yoelius Marindha




Senin, 30 Januari 2012

CINTA TIDAK RUMIT

"The course of true love never did run smooth."
-William Shakespeare,
Midsummer Night's Dream-
Memandangmu berarti memandang masalahmu.
Menggandengmu berarti menggandeng dukamu.
Memelukmu berarti memeluk resahmu.
Mengecupmu berarti mengecup sakit hatimu.
Mencintaimu berarti mencintai ketidakpekaanmu.

Aku memandangmu dan kau memandangku.
Aku memelukmu dan kau memelukku.
Aku menggandengmu dan kau menggandengku.
Aku memberi kecupan dan kau memberi kecupan padaku.
Aku mencintaimu dan kau mencintaiku.

Cinta, tidak rumit. Tidak juga sulit.
Kesabaranlah yang rumit. Kesabaran lah yang sulit.


images from HERE

Jumat, 27 Januari 2012

Bermain Tarik-Ulur

Seperti bermain tarik ulur dengan Tuhan.
Melakukan tawar-menawar yang seharusnya tidak perlu dilakukan.
Beradu strategi hidup, dan akhirnya kalah.
Lelah. Kalah. Tidak berkembang. Jalan ditempat. Lalu terantuk. Ini pasti tanda untuk mengakhiri permainan.
Untuk hal hidup, ternyata Tuhan tidak suka bermain.
Lalu, kata orang berjubah coklat dipadang gurun itu: "Berhenti saja. Akhiri apa yang kau mulai. Akhiri kebodohanmu, manusia. Lalu berserah."
Kalau begitu, ini sudah berakhir.
Permainan selesai. Angkat tangan tanda menyerah. Kibar bendera putih tanda kalah.
"Selesaikan sisanya, Tuhan. Aku mau tidur saja."

images random from google

Selasa, 24 Januari 2012

"KATAK DALAM TEMPURUNG"

 "ketika terpenjara, kamu belajar bertahan, berharap, dan berusaha untuk keluar. Ketika terbebas, kamu belajar mempertanggungjawabkan pilihan-pilihanmu. Jadi, ini bukan tentang adil atau tidak adil. Selesai perkara."

"Tuhan, saya rindu keluar." Kata katak didalam tempurung.
Katak melihat dari sisi tempurung-setengah kaca-raksasanya. Nampaknya indah diluar sana. Melalui kaca tempurungnya, katak melihat hujan berwarna pelangi. Lalu melihat matahari berwarna kuning. Ia juga melihat katak yang lain, yang serupa dengannya, melompat dengan girang. Dari satu teratai, ke teratai yang lain, lalu hilang.
Katak rindu melompat jauh. Berlomba bersama teman-temannya untuk mendapat predikat pelompat tertinggi.
"Di tempurung ini aku tidak bisa bergerak bebas. Diluar sana aku bisa bergerak sebebasnya." keluh si katak.
"Tapi didalam tempurung kamu aman." Kata seorang anak bertopi hijau.
"Jika keluar, maka belum tentu kamu dapat kembali. Kamu sedang bertaruh dengan kenyamananmu, katak."
"Boleh saja. Aku suka tantangan." Jawab katak.
Tuhan mendengar. Tempurung dibuka dan katak dibebaskan. Katak melemaskan otot, siap melompat. Sebelum melompat, ia melihat ke belakang, saat tempurung ditutup kembali dan dikunci dengan gembok emas.
Katak tersenyum puas. Lalu melompat.
Satu teratai. Dua teratai. Tiga teratai. Dan empat buaya.
Katak lemas. Ingin kembali saja. Di dalam tempurung aman. Tapi ia tidak bisa kembali. Katak sedang bertaruh.
"Lompati buaya-buaya ini. Lalu nikmati keajaiban. Jika tidak berhasil, maka paling tidak kamu belajar satu hal. Bahwa kamu bertanggung jawab atas pilihanmu." Kata katak kepada dirinya sendiri.
Dan katak siap melompati buaya. Tuhan mengawasi. Anak bertopi hijau sudah lari. Dan penulis menutup mata. Tidak ingin melihat hasil lompatan si katak dan tidak tahu bagaimana melanjutkan cerita ini.

images from here


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...