"Kebenaran adalah berani, dan kebaikan tidak pernah takut." -William Shakespeare_Measure for measure-

Senin, 20 Februari 2012

HALO!

HALO!

Jadi, sebenarnya saya hanya ingin menyapa. Sekedar "menyapu lantai" dan "membuka tirai" pada "rumah kecil" ini (Baca: Blog). Beberapa waktu terakhir ini saya sangat sibuk (sibuk menggalau) sehingga tidak sempat menyapa para penggemar, eh! pengunjung blog ini maksudnya (<< Semacam blog penting). Beberapa draft tulisan yang saya simpan pun akhirnya lapuk dan tidak bisa saya lanjutkan, apalagi di publikasikan (Cih!). 
Ini dia penyakit kumat-kumatan saya, yang selalu membuat saya gagal menjadi penulis tenar semacam JK Rowling, yaitu: Pelupa. Saya mudah lupa dengan beberapa hal. Saya sering lupa membalas sms penting (apalagi sms tidak penting). Saya sering lupa menjawab pertanyaan yang diajukan kepada saya. Saya sering lupa letak barang-barang penting yang sebelumnya saya letakkan dengan tangan saya sendiri, seperti kunci mobil, kunci motor, kunci rumah, HP, dompet. Saya pun sering lupa dengan tulisan-tulisan yang saya buat. Biasanya, tulisan-tulisan saya suka muncul begitu saja. Entah ketika sedang menonton tv, ketika bersantai di teras rumah, ketika asik memandangi atap rumah, ketika sedang "bersemedi" di toilet. Lalu, saya akan menuliskan "cuplikan" tulisan itu di HP saya. Jika tidak ada aral melintang, tulisan itu akan jadi sempurna sampai pada penutup. Masalahnya, aral sering melintang, sehingga beberapa tulisan tidak pernah sampai pada cerita akhir. Untuk melanjutkan kembali beberapa waktu kemudian, dibutuhkan konsentrasi luar biasa. Biasanya saya harus ke kafe tertentu dimana HARUS banyak bertebaran lelaki super seksi dan lelaki "oh-ganteng-sekali" untuk dapat melanjutkan tulisan-tulisan itu. << Abaikan, ini fiktif. 
Karena penyakit pelupa itulah banyak draft terbengkalai dan akhirnya lapuk dan terlalu berat untuk dilanjutkan *Sigh*.
Penyakit saya yang lain jika berkaitan dengan dunia tulis menulis adalah: saya sering kesusahan menuliskan akhir dari sebuah tulisan. Seperti sekarang, saya bingung mau "nyerocos" apalagi sebagai tanda berakhirnya sapa-menyapa ini. 

BYE! 

p.s: tanda seru diatas adalah tanda bersemangat, bukan tanda marah-marah.


nb: TANYA! *naik keatas meja*. Bagaimana caranya menghilangkan para spammer di chatbox? Lihat, chatbox saya penuh nama-nama asing yang katanya melancong dan "jom lepak" (Apa itu jom lepak? Is it similiar with John Kei?) dengan link web aneh-aneh. *Sigh*

NUMPANG TENAR. Gak gendut-gendut banget dong yaaa! *kibasrambut*
Model: AKU! AKU! 
Photo and edited by Yoelius Marindha




3 komentar:

Ayu Welirang mengatakan...

cara hapus spammernya, coba block IP yang ada di pojok kiri tiap komentar.. kalau pake shoutbox chat widget sih biasanya ada opsi blocking di dashboard web chatbox atas akun mbak Fera.. ^^

Cindy Wijaya mengatakan...

ckckck... itu pemandangan pantai bagus bagus sayangnya kenapa ada "sesuatu" (entah apa itu, mungkin orang) yang lewat di depannya... :P

FeraSuliyanto mengatakan...

@ayu: hooh gitu ya?? iya nih ntar mau dicoba. thanks infonya lhoh :)

@tante: *tampar* DURHAKA KAMU! itu aku mamimu yang memberi tanda lahir dijempol kakimu!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...