"Kebenaran adalah berani, dan kebaikan tidak pernah takut." -William Shakespeare_Measure for measure-

Jumat, 18 Februari 2011

Letter for Daddy

DEAR PAPA, 

Sudah lama sekali rasanya tidak bertemu dan bicara denganmu.
Kapan terakhir kali kita bicara? Oh aku ingat, Empat bulan yang lalu. 
Hah, baru empat bulan tapi rasanya sudah berpuluh-puluh tahun tidak bertemu denganmu. 

Bagaimana rumah barumu? 
Ah, pasti sangat menyenangkan. 
Apa saja yang kau kerjakan hari ini? Aku sungguh berharap semua yang kau lakukan menyenangkan hatimu.

Begitu banyak yang ingin kuceritakan padamu. Rasanya begitu penuh dan hampir meluap. Tapi akan kupastikan tidak meluap hebat. 
Bagaimana kalau awalnya, aku memberikan satu rahasiaku? 
Aku tidak sabar menyampaikannya. Sini, kubisikkan rahasiaku, 

AKU MERINDUKANMU..... 

Aku merindukanmu dan merindukanmu. Aku mengatakannya dan menelannya sekaligus setiap kali aku merindukanmu. 
Aku merindukan diskusi kita. Aku merindukan suaramu menceritakan sejarah kota kelahiranmu. Aku merindukan senyummu. Aku merindukan tawamu saat aku melakukan hal konyol. 

Anehnya, aku juga merindukan marahmu saat aku melakukan kesalahan. 

Beberapa bulan terakhir ini aku menunggu teleponmu. Aku berharap kau meneleponku seperti biasanya, pukul 07 malam setiap hari. Ya, ya, aku tahu, ini sia-sia. Aku seharusnya tidak melakukannya. Tidak menunggumu. Hanya rasanya sulit untuk beradaptasi dengan situasi baru ini. Beri aku waktu.

Apakah kau merindukan mama? Dia sangat merindukanmu. Tapi jangan khawatir, kami sedang berjuang dengan situasi baru ini. Ini bukan hal yang mudah. Banyak yang harus aku kerjakan setelah kau pergi ke rumah baru yang indah itu. 

Aku harus belajar menyetir. Kadang aku menyalahkanmu. Kenapa tidak mengajariku secepatnya ketika kau masih tinggal bersama aku dan mama? Sekarang aku kelabakan. Harus ada yang bisa menyetir mobil yang kau banggakan itu, atau kalau tidak, mobil itu akan menjadi milik oranglain. 

Aku juga sedang belajar menyulam. Kau tahu apa yang kusulam? 
Aku menyulam mimpi. Bukan sembarang mimpi. Benang yang kupilih berwarna-warni dan berkualitas tinggi. Tunggulah sampai sulamanku selesai. Akan kutunjukkan padamu betapa indah sulamanku. 

Aku benar-benar ingin melihat rumah barumu. Apakah tampak hebat disana? 
Mengapa kau memilih rumah yang begitu jauh dan tidak dapat kujangkau? 
Tidak, tidak. Tidak perlu menjawab. Simpan saja jawabanmu sampai kita bertemu lagi. 
Akan kupastikan pada waktu yang tepat nanti, kita akan bertemu. Kau harus bersiap untuk bertemu denganku. Atau aku yang harus bersiap untuk bertemu denganmu? 

Aku harus berhenti menulis ini. Mataku mulai merah dan bengkak. Jangan khawatir. Kurasa aku hanya sedang sakit mata. Aku akan melanjutkannya nanti. Kuharap ini cukup mengobati rasa rinduku padamu. 

Bacalah dan simpanlah. Tunjukkan padaku surat ini saat aku berkunjung kerumah yang sudah kau siapkan. Nanti, kita akan membacanya, lagi, bersama-sama. 

Jangan khawatirkan aku seperti yang sering kau lakukan dulu. Aku baik-baik saja, bahkan ketika aku sangat merindukanmu. 

Oh, sampaikan salam dan ciumku untuk Tuhan. Bukankah kau kini bertetangga dengan Tuhan? Katakan aku juga merindukanNya. Aku akan segera menulis surat untukNya. Kurasa aku juga harus menunjukkan sulaman mimpiku untuk mendapatkan persetujuanNya. Ini akan hebat. Iya kan ‘Pa? 


Anakmu yang SANGAT merindukanmu dan mencintaimu.

5 komentar:

Enno mengatakan...

aku terharu, Fe...
surat yg sama, yg ingin kutulis untuk alm ibuku...

:)

FeraSuliyanto.... mengatakan...

hehehe. tulis aja mbak enno. sedikit mengobati rasa kangen sebenarnya.
:)

Hans Brownsound ツ mengatakan...

well, i hope your daddy read this letter.
:) he must be proud to have daughter like you.
be strong girl!

gloriaputri mengatakan...

Fe,
*nangis

aq juga kangen papaku Fe :(

tapi pasti papaku juga sudah jadi tetangga Tuhan dan tetangga papmu ya Fe?
aq juga kadang suka bertanya tanya, "kangenkah papa sama mama?" saat melihat mama duduk sendirian di teras dengan pandangan kosong :(

nice share Fe

kabayan mengatakan...

seperti yang kurasakan saat ini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...