"Kebenaran adalah berani, dan kebaikan tidak pernah takut." -William Shakespeare_Measure for measure-

Minggu, 04 Desember 2011

Aku, Tuhan, Lilin, dan Permohonanku.

"Tuhan, Tuhan, aku ingin semua yang Kau ambil daripadaku, dikembalikan dengan sempurna ke hadapanku." Kata seorang anak kecil ketika ia diminta membuat permohonan sebelum meniup lilin dan memotong kuenya.
"Benar begitu? Tidak ingin yang lebih baik dari semua itu?" Jawab Tuhan sambil tersenyum.
Anak kecil itu nampak berpikir keras. "Adakah yang lebih baik dari semua itu?" Tanya si anak dengan lidah cadelnya.
"Selalu ada." Jawab Tuhan dengan singkat.
"Sebenarnya aku tidak menginginkan apa-apa lagi selain yang kemarin Kau ambil dariku." Jawab anak kecil itu sambil memandangi lilinnya.
"Benar begitu? Tidak mau yang lebih baik?" Jawab Tuhan, lagi.
"Jangan membuatku bingung, Tuhan." Kata anak kecil sambil mengerucutkan bibirnya.
"Hahaha. Tiup saja lilinnya, nak. Jangan membuat permohonan jika kau bingung. Tanpa membuatnya pun kau tetap mendapat bagianmu yang terbaik. Ingat? Yang terbaik." Jawab Tuhan sambil mengelus rambut si anak.
Anak kecil dengan baju krem dan celana kuning itu meniup lilinnya. Pada akhirnya, tidak membuat permohonan.
Lilinnya mati dan seketika gelap. Dan hening
"Tuhan, aku tidak suka makan kue dalam gelap. Aku bahkan tidak bisa memotongnya." Kata anak kecil itu.
Lalu Tuhan menyalakan lilin. Lilin-lilin yang diletakkan disetiap sudut ruangan lembab itu.
"Darimana lilin-lilin itu? Aku tidak ingat punya persediaan lilin untuk ruangan ini. Aku juga tidak ingat punya pemantik untuk menyalakannya!" Jerit si anak dengan kaget.
Tuhan tersenyum. Ia menyerahkan pisau pada si anak.
"Potong kuenya, nak. Kau bisa memotongnya sekarang. Aku suka strawberry. Berikan padaku bagian yang berisi strawberry itu."
Anak kecil itu masih heran. Tidak berhenti sebelum ia mendapatkan jawaban atas lilin-lilin itu.
"Darimana itu semua, Tuhan?" Geram si anak.
"Aku yang menyiapkannya saat kau tidur. Aku tahu inilah yang paling kau butuhkan hari ini. Lilin dan terang." Jawab Tuhan dengan santai sambil menikmati kue strawberry itu.
Anak kecil memotong kuenya lagi. Mengambil bagian yang cokelat. lalu memakan untuk dirinya sendiri.
"Aku mencintaimu Tuhan. Kau tau itu?" Kata si anak sambil memakan kue cokelatnya.
"Aku tahu. Omong-omong, ada cokelat di gigimu."
Mereka tertawa bersama-sama sambil menikmati kue di ruangan yang terang penuh lilin.

images from here

15 komentar:

Wiwi Arianti mengatakan...

Oh, waow! Ada yang terjaga juga di jam 01.50 AM ini. ;D
Omong-omong, sist, kenapa Tuhan? Kenapa bukan manusia lain saja? Rasanya janggal sekali kalau Tuhan seperti itu, rasanya berbeda dan begitu asing.

FeraSuliyanto mengatakan...

Wiwi: buat saya gak terasa asing. :)

Syam Matahari mengatakan...

Katakatanya manis, tapi Tuhan yang suka dengan strobery??? Hmmm...

si gadis berponi mengatakan...

so nice! (ini komen loh, bukan merk sosis)

Wuri SweetY mengatakan...

Otanjobi OmedetouGozaimasu, Fe Chan!!!
Moga enteng jodoh, enteng rejeki dan enteng Body ya!!! *Kabur*

FeraSuliyanto mengatakan...

@syam: thanks :) ada apa dgn Tuhan yang suka strawberry? Strawberry bukan buah haram :)

@poni: iiihhh tumben tante poni RADA bener ngomentnya?? *lirikpenuharti*

@wuri: jeder. Itu ngemeng apa sih wuri? Hahahaha. Arigato gozaimasu wuri. Yang terakhir di aminin pake toa. AMIN! Hahahaha.

Life In Mono mengatakan...

pernah denger lagu 'what if God was one of us' ?

liriknya gini :
what if God was one of us
just a slob like one of us
just a stranger on the bus
trying to make his way home

Obrolan Blogger.com mengatakan...

nice posting Fera, kau tampak deket sekali sama Sang Penguasa Hidup.

FeraSuliyanto mengatakan...

@life in mono: pernah dan sering. :) saya suka lagu itu, especially glee's version. :)

Angelika Riyandari (Ike) mengatakan...

Kenalkan aku dengan Tuhan anak kecil di ceritamu dong Fe ... lagi pengin makan cake coklat n strawberry ... yummmm ...

Yanuar Kurniawan mengatakan...

Hmmm, kenapa musti ngobrolnya sama anak kecil ..? kenapa gak anak gendut ..? anak besar ...? Kok Tuhannya pilih pilih .. hahahahah, tapi si anak kecil makan bagian cokelatnya ya ..? hmm, bakalan gendut tuh anak nantinya :), nice post seep ...

FeraSuliyanto mengatakan...

@obrolan blogger: thanks. :)

@madam ike: madam kenalan sendiri ajaa. Nanti dikasi roti coklat stoberinya dobel. Hihihi.

@sepupu: DIAM! Banyak tanya gue cium juga lu lama2! Gak usah singgung2 gendut! Sensi! *ambilkapak*

Itik Bali mengatakan...

Keren mbak, mengumpamakan Tuhan menyukai apa dan seperti apa bukan berarti menyekutukan, tapi membuat kita menjadi sangat dekat.

Gloria Putri mengatakan...

hooo....aq bgt tuh si anak kecil itu, meminta yg sudah diambil Tuhan kembali :'(

Fe, aq kangen papa ku :'(

FeraSuliyanto mengatakan...

@itik bali: terimakasih :) wah dari bali juga! :)

@glo: *Hug Glo* :*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...