"Kebenaran adalah berani, dan kebaikan tidak pernah takut." -William Shakespeare_Measure for measure-

Senin, 27 Juni 2011

Kubu hujan dan Kubu panas

Kata mereka, dalam rintik hujan terdengar alunan musik yang indah. Bunyi rintik-rintik yang mengenai genteng dan aspal bisa menghasilkan suara merdu.

Tapi aku lebih suka mendengar angin berdesir di musim hangat. Ombak bergulung-gulung dibawah matahari terik. Dan tentu saja jalanan tidak becek sehingga kaki-kaki boleh berciuman dengan aspal tanpa takut berlumpur.

Mereka suka memandangi hujan dan mencium bau tanah ketika sedang hujan.

Tapi aku lebih suka memandangi laut yang berkilau-kilau karena matahari.
Dan mencium bau rumput kering di padang ilalang.

Ah, urusan hujan dan panas, selalu ada dua kubu berselisih. Kusebut kubu hujan dan kubu panas.

Namun ada dua hal yang pasti terjadi di kedua kubu.
Ada pelangi sehabis hujan, dan bau keringat dimusim panas.
Semoga dua hal ini menyatukan kami yang bercerai di dua kubu.
Sama-sama senang menyambut pelangi dan sama-sama sebal dengan bau keringat.

 :)

catatan si gadis yang sedang galau dan kurang kerjaan 

images random from google


5 komentar:

Adhi Glory mengatakan...

I like this post... saya pilih kubu panas :)

Gloria Putri mengatakan...

aq juga sama kayak adhi...pilih kubu panas aja ahhh
gak enak klo ujan, gak bs keringetan nanti dietnya ga sukses :D
hohohoho

Enno mengatakan...

aku kubu hujaaaan! disini udah sebulan ga ujan... gerah deh :D

Wuri SweetY mengatakan...

Aku pilih kubu hujan, disini puanas bgt kudu lbh sering mandi kl ga mau bau keringat.

Inez mengatakan...

Hahahaha! Kedua kubu sepertinya ga bisa melebur di gw..
Gw pilih kubu panas. Soalnya atep kostan bocor kalau hujan.. =_=;

Btw Fe, ada pe-er nih buat lu..

http://whatisartanyway.blogspot.com/2011/06/10-things-you-actually-shouldnt-know.html

Ditunggu.. ditunggu..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...