"Kebenaran adalah berani, dan kebaikan tidak pernah takut." -William Shakespeare_Measure for measure-

Jumat, 18 Februari 2011

Letter for Daddy

DEAR PAPA, 

Sudah lama sekali rasanya tidak bertemu dan bicara denganmu.
Kapan terakhir kali kita bicara? Oh aku ingat, Empat bulan yang lalu. 
Hah, baru empat bulan tapi rasanya sudah berpuluh-puluh tahun tidak bertemu denganmu. 

Bagaimana rumah barumu? 
Ah, pasti sangat menyenangkan. 
Apa saja yang kau kerjakan hari ini? Aku sungguh berharap semua yang kau lakukan menyenangkan hatimu.

Begitu banyak yang ingin kuceritakan padamu. Rasanya begitu penuh dan hampir meluap. Tapi akan kupastikan tidak meluap hebat. 
Bagaimana kalau awalnya, aku memberikan satu rahasiaku? 
Aku tidak sabar menyampaikannya. Sini, kubisikkan rahasiaku, 

Rabu, 16 Februari 2011

AKU TERSENYUM PADA “KUDA RAKSASAKU”.

aku punya rahasia!
Ah, mungkin untukmu ini bukan lagi sebuah rahasia.
Mari aku ceritakan terlebih dahulu kisahnya.

***

Akhir-akhir ini orang-orang disekitarku menekuk wajahnya. Aku membayangkan mereka sedang memikul kuda raksasa di pundak mereka masing-masing. Ah, pantas saja mereka menekuk wajahnya. Siapapun tidak ingin memikul kuda raksasa! Hmmm, kecuali mereka sedang mencari pengakuan dari Guinness World Records.

Rabu, 02 Februari 2011

SETIA?

Hei,
Aku sedang mencari arti kata setia.
Makna setia.
Sebenarnya cukup gampang mencari maknanya. Aku bisa saja membuka kamus besar bahasa Indonesia, atau mencari melalui searh engine google dengan beberapa kata kunci yang tepat.
Tapi.......

Ah, Mari aku ceritakan sebuah kisah terlebih dahulu.

*** 

Suatu kali ada dua orang yang menjalin hubungan dekat. Seperti sahabat (Hmm, jangan seperti sahabat. Aku sedang bingung dengan arti sahabat). Katakanlah seperti kakak-adik. Mereka saling berbagi, berbagi apapun. Aku menyebutnya “berbagi suka dan duka bersama” (Hmmm, terdengar seperti janji pernikahan didepan altar).
Baiklah, tidak masalah seperti apa terdengarnya.

Seiring dengan berputarnya jarum jam, salah satu dari mereka mendapat masalah. Mari kita sebut dia sebagai si adik. Lalu berceritalah si adik pada orang yang dianggap kakak itu.

Senin, 03 Januari 2011

SAHABAT

Coba tolong aku...
Tolong aku menerjemahkan arti sahabat.

Ya, ya, aku sudah membaca ribuan quotes tentang sahabat.
Aku pun memiliki sahabat.
Hanya saja, aku sedang tidak mengerti arti sahabat.
Seluruh penjabarannya sudah sangat jelas. Tapi tetap saja aku tidak mengerti...


Ketika aku berjalan dengan sahabat,
aku tidak pernah mencoba untuk merangkaikan arti dirinya untukku.
Karena bagiku, sahabat lebih dari serangkaian kata. 
Tidak dapat dijelaskan. Ya. Aku tidak mampu menjelaskannya.

Lalu ketika berbagai bentuk quotes tentang sahabat bermunculan,
aku mulai mencocokkannya, dan semuanya benar.

Lalu aku melihat orang-orang yang mengikrarkan dirinya dengan yang lain sebagai sahabat.
Mudah. Kamu dan aku saling berbagi cerita, saling tertawa, pergi bersama, menghabiskan waktu bersama-sama, lalu kita adalah sahabat. 

Well, well, well, kalau begitu prosesnya, siapa bilang mencari sahabat itu sulit?

Baiklah, untuk sementara, Mari kita sepakat dengan itu.

Lalu aku melihat scene dimana mereka yang mengikrarkan dirinya sebagai sahabat bersikap aneh dan akhirnya memutuskan persahabatan.

Semacam pernyataan: “kamu tidak lagi menjadi sahabatku”. 

STOP ASKING “WHY”

Tahu tidak bagaimana rasanya menangis?
Menangis tersedu-sedu seperti anak kecil kehilangan benda kesayangannya?
Menangis tersedu-sedu seperti anak kecil yang tidak dituruti keinginannya?

Rasanya menyedihkan.
Sekaligus melegakan.

Tentu saja bukan penampilan yang spektakuler dan eksotis ketika mendapati dirimu menangis meraung-raung.
Kau mendapati matamu memerah. Kelopakmu membengkak. Hidungmu juga memerah seperti rudolf si rusa. Kulit wajahmu berminyak dan kusam. Dan kau akan lelah membuka mata karena bengkak yang ditimbulkan.
Seperti monster.....

Tapi melegakan.
Ya, melegakan dan menenangkan. 

Aku mendapatinya di akhir pekan di tahun 2010.
Pagi itu aku bangun dan mendapati kalau hari itu ulang tahun ayahku.
Aku segera bangun dan bersiap untuk mengucapkan selamat.
Apa kata yang tepat?

“selamat ulang tahun papa!”

Ah ya, ini lebih tepat dan indah. “selamat ulang tahun papa! Aku mencintaimu!”

Lalu, Ayahku tidak disana.

Ah ya bodohnya aku. Melupakan satu hal penting.

Well, beliau pergi ke suatu tempat. Orang-orang meyakinkanku bahwa tempat itu adalah tempat yang tepat dan indah. Tidak dapat digambarkan dengan segudang kata-kata yang paling brilian sekalipun.

Tentu saja aku senang. Bahkan hatiku sendiri meyakinkanku bahwa tempat yang dituju oleh beliau adalah tempat yang lebih baik dibanding bumi yang sedang kupijak ini. 

Tapi aku menangis pagi itu.
Bukan dengan bijak.
Tapi membabi buta. Meraung seperti idiot. Berteriak seperti orang bodoh.

Minggu, 02 Januari 2011

"CINTA BERTEPUK SEBELAH TANGAN"

“aku sedih. Aku menyukaimu dan menyayangimu begitu dalam. Kenapa kau tidak melakukan hal yang sama? Kenapa hanya diam? Kenapa tidak membalas? Kau menyakitiku.....” 

Ah betul. Skenario cinta. Perasaan tidak berbalas. Menyakitkan. 

Apa istilah yang tepat untuk semua ini? ‘cinta bertepuk sebelah tangan’. Mereka yang gila dengan istilah cinta menyebutnya seperti itu.

Menyakitkan karena ternyata timpang. Tidak seimbang. Tidak saling menyukai, menyayangi, mencintai, atau istilah lain yang sama. Hanya sebelah. Ah ya, tentu saja menyakitkan. Seperti ditikam bukan? 

Tapi siapa manusia hingga boleh memaksakan perasaan? 

Tidak suka tidak berarti menyakiti bukan? 

tidak membalas suka tidak berarti menikam jantungmu bukan? 

Diam tidak berarti menyobek hidupmu bukan? 

Ah ya betul...melankolis. 

Seolah-olah hidupmu berakhir karena kegiatan percintaanmu tidak berbalas. dan menyerukan pada dunia bahwa kamu tersakiti olehnya. 

Atau, menceritakan pada dunia segala perjalanan percintaan yang bahkan dirimu sendiri belum tahu kejelasannya? 

Mengikrarkan bahwa dirimu kuat dan mandiri. Tapi mengolok diri sendiri dengan segudang teriakan patah hati yang membuatmu merasa bahwa kau orang yang paling harus dikasihani. 

Ah. Betul. Kasihan. 

Apalagi sebutan yang pantas untuk orang seperti ini? 

TERPOJOK.

Tahu tidak bagaimana rasanya terpojok?
Semacam disudutkan...
Seperti adegan-adegan di film-film hollywood..
Si aktor dipojokkan disudut gang oleh segerombolan penjahat, Kemudian dipukuli dan ditendang, kalau keberuntungannya sedang terbang ke tempat lain, akan mungkin pada akhirnya si aktor ditembak atau ditusuk,....dan, mati.

Kalau kejadiannya seperti itu bukankah lebih baik?
Hanya fisik yang terluka. Atau, sekalian seluruhnya mati dan tentu saja tidak akan merasakan apapun lagi.

Tidak, tidak. Dia tidak dipojokkan oleh segerombolan penjahat.
Tidak, bukan manusia.
Dia hanya dipojokkan oleh keadaan.

Minggu, 05 Desember 2010

PERBINCANGAN SPESIAL TENGAH MALAM

“Hei, hari ini pasti spesial untukmu. Iya kan?”  

“tidak juga. Tidak ada yang spesial. Kau mengada-ada. Ah, jangan tersenyum seperti itu.”

“kenapa Aku tidak boleh tersenyum? Semua boleh tersenyum. Kamu pun harus tersenyum. Ini kan hari spesial untukmu.”

“ah tidak juga. Semua tampak sama...”

“tidak mungkin. Hari ini orang-orang berbondong-bondong mengucapkan selamat untuk hari spesialmu. Tidak mungkin sama. cobalah nikmati. Rasanya menyenangkan bukan?”

“hmm..memang sih, menyenangkan. Tapi....entah, rasanya sepi. Bukan begini keadaan yang ku harapkan. Kau pasti tahu itu...”

“jangan menghela nafas seperti itu. Kamu melakukannya sejak pagi tadi. Kenapa tidak mencoba untuk menikmati saja? Ini hari spesial, kamu spesial. Kamu tahu itu?”

“............................”


“begini saja, apa yang kamu minta di hari spesialmu ini?”

“ah, jangan tanyakan itu. Kau tahu betul aku ingin apa.. dan SIAPA.... tapi mana mungkin.... Ah, jangan tanyakan itu. Aku pun ngeri dengan permintaanku.”

“katakan saja. Apapun harapanmu. Aku tidak mungkin membatasi harapanmu. “ 

“Kau yakin? Boleh aku memintanya?”

“Katakan.....” 

“Aku ingin Ayahku. Aku ingin kakakku. Aku ingin ibuku. Aku ingin mereka bertiga. Aku ingin berkumpul dengan mereka bertiga. Makan di sebuah restoran, berbincang-bincang. Aku ingin mengobrol dengan mereka. Bisakah?”

Kamis, 11 November 2010

KUE SPESIAL YANG INGIN KUBAGIKAN UNTUKMU

Hanya sebuah cerita kecil.

Beberapa orang mengatakan cerita ini sungguh menyedihkan.

Beberapa yang lain mengatakan ini adalah sebuah kunci spesial yang belum tentu didapatkan oleh orang lain. Kata mereka “selalu ada yang indah dibalik semua ini”.

Entahlah, kamu setuju dengan yang mana? ^_^

Saat kamu membaca cerita ini, bayangkan saja aku sedang membagikan cake spesial kesukaanku untukmu. Entah bagaimana rasanya cake ters
ebut, tapi aku hanya ingin membagikan cake spesialku untukmu. Mungkin saja, mungkin lho, mungkin saja cake yang aku bagikan bisa membuatmu lebih bersemangat dalam menjalani hidup. ^_^

Tanggal 11 Desember 2009 sekitar pukul 16.00,
Aku melihat handphone ku. Ada banyak misscall dengan berbagai nomer asing. Lalu ada telepon lagi. Kemudian aku mengangkat telepon itu. Ternyata bukan kabar baik. Seperti ada yang menjatuhkanku dari atap yang sangat tinggi pada saat itu.

Kakak perempuanku satu-satunya meninggal.

Minggu, 04 Juli 2010

KAU TERPIKAT PADAKU….

Hei,

Kau terpikat padaku…

Bukan, bukan, ini bukan pertanyaan untukMu,

Tapi sebuah pernyataan….

Kenapa Kau diam? Jangan mencoba mengelak,
Aku tahu Kau terpikat padaku…

Iya aku tahu, Kau tidak pernah mengatakan secara gamblang padaku,

Tapi semua tindakan dan perlakuanMu padaku menunjukkan tanda-tanda Kau terpikat padaku..
Kau selalu menjadi pendengar yang baik ketika aku terpuruk dan mulai mengeluh,
Tidak hanya itu…

Kau juga rela menungguku kembali padaMu ketika aku melepas genggaman tanganMu dan berlari menjauh dariMu,


Lalu saat aku menyadari aku membutuhkanMu, Kau siap menerimaku, merentangkan tanganMu, menyambutku dalam pelukMu,

Dan tidak berhenti sampai disitu,

Kau, rela mati untukku? oh ya, ini bukan bualan! Kau sungguh melakukannya untukku!


Oh tidak!!!
Kau tidak terpikat padaku!!!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...